Beranda News Nadiem Makarim Mengeluarkan Kebijakan Terkait Diperbolehkannya Sekolah Tatap Muka Tahun 2021

Nadiem Makarim Mengeluarkan Kebijakan Terkait Diperbolehkannya Sekolah Tatap Muka Tahun 2021

Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan pernyataan dan kebijakan terkait diperbolehkannya pembelajaran di tengah pandemi ini mulai 2021.

Dilansir dari detik.com Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakannya kepada publik melalui siaran Youtube Kemdendikbud RI, pada Jumat (20/11/2020).

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” Paparnya.

Ia juga menegaskan protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan beberapa aturan baru. Aturan tersebut meliputi protokol kesehatan di lingkungan institusi pendidikan dan kondisi fisik siswa untuk sekolah kembali tatap muka.

A. Protokol Kesehatan di Lingkungan Institusi Pendidikan

1.Menjaga jarak antar siswa minimal 1,5 meter
2.Jumlah maksimal peserta didik per ruang kelas dibatasi seperti:

  • Untuk PAUD : 5 (Dari standar 15 peserta didik)
  • Pendidikan dasar dan menengah : 18 (dari standar 36 peserta didik)
  • SLB : 5 (dari standar 8 peserta didik)

3.Sistem pembelajran dilaksanakan secara bergiliran (shifting)

  • Ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan

4.Peserta didik diwajibkan memakai masker

  • Memakai masker kain dengan 3 lapis
  • Memakai masker bedah sekali pakai

5.Peserta didik diwajibkan mencuci tangan

  • Memakai Sabun dengan air mengalir
  • Memakai hand sanitizer

6.Peserta didik tidak diperbolehkan untuk melakukan kontak fisik
7.Peserta didik diwajibkan untuk menerapkan etika batuk/bersin

B.Kondisi Fisik Siswa saat Sekolah Kembali Tatap Muka

  • Siswa dalam keadaan sehat dan apabila sedang mengidap komorbid dalam kondisi terkontrol
  • Siswa tidak memiliki gejala COVID-19
  • Kantin di sekolah tidak diperbolehkan untuk buka
  • Tidak diperbolehkannya olahraga dan ekstrakurikuler
  • Pembelajaran di luar lingkungan sekolah diperbolehkan namun harus mengikuti syarat dan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku.
  • Diperbolehkan apabila ada kegiatan yang menggunakan protokol bersama asalkan setiap peserta didik saling menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak menggunakan peralatan bersama.

(*Rnd)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here