Beranda Catatan Cerita Pendek : Gadis Pantai

Cerita Pendek : Gadis Pantai

Angin pantai menggiring ombak untuk menabrak sang karang. Tak jauh dari laut, kulihat ada seorang gadis dengan rambut hitam legam yang terurai. Rambut cantik itu terbang oleh ulah sang angin. Dengan balutan dress putih dan topi pantai dikenakannya, menambah kesan cantik pada gadis itu.

Eilenne Hearthstrong, seorang gadis yang setiap hari selalu pergi dan berdiam diri tak jauh dari bibir pantai. Saat mentari berubah menjadi kejinggaan, itulah saat dimana ia langsung menghampiri pantai.

Melihat ombak dengan sesekalinya merendam kakinya, itulah hal yang sering dilakukan oleh gadis sekitar umur 20 tahun-an itu. Tak banyak orang tahu tentang kehadirannya.

Dengan busana yang sama sejak setahun terakhir aku melihat gadis pantai itu. Tak ada yang berubah dengan penampilannya. Kecantikkan dan keanggunannya sangat memikat hatiku.

Namaku Fazran, dan gadis yang kuceritakan diatas adalah pujaan hatiku. Sudah lama aku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku. Hingga pada akhirnya, waktu itu pun datang.

Kuhampiri ia diwaktu dimana mentari sudah tenggelam dan sang rembulan menggantikan posisinya. Dengan sepucuk mawar kubawa, kuberanikan nyali ku untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini kupendam. Tak ada siapapun di malam itu, hanya aku dan dia.

Suara ombak menjadi lantunan melodi indah pengiring syahdu. Nyanyian burung dan angin halus seakan mendukungku.

“Eilenne,”

Segera gadis itu membalikkan badan dan melihat kearahku.

“Ya,?”

“Maaf mendadak, tapiii AKU MENYUKAIMU….”

Suasana hening seketika, angin malam menyibakkan rambutnya menutupi sebagian parasnya. Tak ada kata yang terucap di mulutnya, hanya senyuman manis yang terlukis jelas di paras cantik itu.

Entah apa yang terjadi selanjutnya, kini kuterbangun di sebuah gudang kecil yang kumuh. Namun, apa ini…

“AKU DIPASUNG?”

 

(*Rnd)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here