Beranda Cerita Cerita Pendek : Bocah yang Malang

Cerita Pendek : Bocah yang Malang

Salam kutuliskan melalu tarian pena di secarik kertas berdebu ini. Perkenalkan, namaku Ariz. Seorang bocah berkaleng yang bekerja sebatas dilampu merah. Baju compang-camping ini telah kukenakan selama hidupku.
Tak ada baju mahal ataupun bagus. Tak ada tas untuk sekolah. Aku hanyalah si bocah malang yang ditelantarkan orang tuanya. Entah mengapa, ia sangat membenci diriku. Mengapa mereka melahirkanku jikalau ia membuangku?
Sungguh, pertanyaan itu terus saja berada di benakku. Benak seorang bocah miskin yang menginginkan kebahagiaan. Ibu, aku ingin sekolah layaknya anak seumuranku, aku ingin bermain. Mengapa kau biarkan aku sendirian menghadapi pahitnya dunia ini ibu.
Ingin rasanya kuakhiri hidupku yang tak berguna ini. Sungguh, sangat pedih menjalani kehidupan suram ini. Hanyalah kesedihan dan kesengsaraan yang selalu menemani di segala kegiatanku.
Secarik kertas kecil kutemukan di dalam genggaman tangan bocah tak berdosa. Bocah yang menghembuskan nafasnya disaat ia bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri. Miris ! Pengemudi yang kejam.
Surat kecil ini kutemukan setelah ia menghembuskan nafas terakhirnya di tengah jalan yang berbalur darah di sekujur tubuhnya. Mungkin, ini adalah pilihan tepat yang diberikan tuhan untuknya.
Dunia begitu kejam untukmu wahai bocah kecil.Beristirahatlah dengan tenang. Semoga kau bahagia di alam sana menjalani kehidupan yang abadi diselimuti senyuman dan kasih sayang.
(*Rnd)
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here